Sistem Pernapasan Pada Ikan Paus

Sistem Pernapasan Pada Ikan Paus

 



Mamalia perlu bernapas dengan teratur, karenanya air bukan lingkungan yang tepat bagi mereka. Namun sebagai mamalia laut, paus mengatasi masalah ini dengan sistem pernapasan yang jauh lebih efisien dibandingkan kebanyakan hewan darat. Paus mengembuskan napas dengan mengeluarkan 90% udara yang dipakainya. Jadi paus hanya perlu bernapas sekali-sekali. Pada saat yang sama, zat pekat yang dimilikinya yang disebut "mioglobin" membantunya menyimpan oksigen dalam otot. Dengan bantuan sistem ini, paus gin-back, misalnya, dapat menyelam hingga kedalaman 500 meter dan berenang selama 40 menit tanpa bernapas sama sekali.idak seperti mamalia darat, lubang hidung paus terletak di punggungnya agar ia mudah bernapas.

Spesies dari tipe yang dapat membahayakan biota laut, akibat terjadinya penurunan oksigen terlarut atau disebut spesies "anoxious". Daft kelompok ini yang sering ditemukan di Indonesia adalah Trichadesmium erythraeum, saIah satu spesies dari Cyanobacterium. Cyanobacterium ini sewaktuwakm dapat melimpah di perairan karena kondisi unsur hara yang berlebihan dan dapat mengikat unsur nitrogen secara langsung dari udara. Contoh kasus kematian ikan masal terjadi di tambak udang di Lampung (ADNAN 1993).

Kelompok raikroalga berbahaya yang merupakan fitoplankton mikroskopik terdiri dan tiga kelompok yaitu "anoxious", beracun dan perusak alat pernafasan. Kelompok beracun dapat termakan oleh biota laut (ikan dan Avertebrata

Adapun dampak negatif terhadap kesehatan manusia yang memakannya. Dua kelompok lainnya dapat membahayakan kehidupan biota laut akibat kekurangan oksigen terlarut dan tersumbatnya alat pernapasan.

1 komentar:

ilmu-duniadanakhirat mengatakan... on 7 Maret 2013 19.12

Subkhanallah... bagus benar ciptaan Tuhan.. :)

Poskan Komentar

LIke Box

"border="1"/>

Page Rank

Stats

Flag Counter

free counters

Histats.com